Ngobrol Piknik Bersama KSF Geografi UGM dan PPA Gunungkidul
Kalisuci Cave Tubing

Obrolan Dan diskusi ringan Yang rencana hanya memiliki Kuota 35 orang, ternyata malah diikuti 44 orang. Tidak Ada pembatasan Karena memang Kami cukup senang banyak yg berminat untuk belajar langsung Di Alam atau anggap Saja piknik sambil belajar.
Meski sedikit molor, kegiatan tetap berjalan 3 jam. Diawali Dari trip ringan untuk menyaksikan langsung bentukan eksokarst. Diawali Dari melihat sinkhole secara langsung, lanjut melihat sinking stream, Dan bentukan eksokarst lainnya terutama melihat geomorfologi transisi Dari formasi ledok wonosari ke karst gunungsewu. Kemudian diakhiri dengan diskusi membahas tentang apa Yang disaksikan tadi.



Kegiatan Kali ini dimotori oleh PAWANA SMA N 1 Wonosari. Dan untuk kegiatan selanjutnya Akan dimotori oleh komunitas SokoAwu. Terima kasih untuk KSF Geografi UGM @ahmadcahyadi_geo Yang telah mengirim ketua KSF untuk mendampingi anak2 Serta teman2 @kalisucicavetubing Yang telah mengijinkan Kami melaksanakan kegiatan Di kalisuci Dan sekitarnya.
Satu hal Yang menjadi catatan Kami, bahwa kegiatan seperti ini sepertinya perlu untuk dilanjutkan. Pada awalnya Kami Ragu Akan jumlah peserta namun ternyata dinluar ekspektasi Kami. Mari Kita sibukkan generasi muda dengan kegiatan positive…




Pokok Pembahasan

  • Gua Vertikal Luweng (Gunungkidul) / Jumbleng (Kulonprogo)/ Sink Hole
    Karena bahan utamanya merupakan batuan gamping sehingga mudah larut akibat air hujan. Faktor yang mempengaruhi gua vertikal adalah: suhu, curah hujan, vegetasi dll.
  • Gunungkidul Rawan Colabse, Colabse terjadi akibat berkurangnya resistensi tanah. Mitigasi bencana colabse yaitu pemetaan gua bawah tanah.
  • Ponour Lubang Pengatusan atau pengaliran air.
    Kawasan karst sangat minim terdapat sungai di permukaan tanah karena mayoritas berada di dalam bumi
  • Kulit Karst Berfungsi untuk menyimpan air (sebelum menetes ke gua bawah tanah dan menjadi stalaktit)
  • Gua Tanding dulunya merupakan sumur purba tetapi sekarang telah di buka untuk objek wisata
  • Gunungsewu memiliki 3 bentukan Fisiografi ledok-wonosari, sisanya fisiografi baturagung dan deretan purwosari
  • Formasi Batuan dibedakan berdasarkan umur Kepek, Wonosari, Oyo, sambupitu, Nglanggeran, Sumilir, dst.
  • Luweng memiliki flora fauna tersisa/ endemik apabila gua yang sebelumnya tidak tersentuh dunia luar menjadi terbuka akibat pertambangan maka seluruh ekosistem akan mati. 
  • Akuifer lapisan batuan yang mampu menyimpan dan mengalirkan air secara cukup.
  • formasi Kebo butak telah diganti namanya menjadi andesit tua
    Nanggulan, Andesit Tua, Karst Jonggrang, Sentolo, dst

Sumber :
1. @eddy _guanno
2. @Rifky (SokoAwu SMA Negeri 1 Wonosari)

@kalisuci
16 September 2018

Leave a Reply