Pelatihan Potensi SAR Bidang Vertical Rescue

Tanggal 12 September – 16 September 2018 kemarin 2 Crew dari Kalisuci sdr. Wahyu Febrian dan Sukiran/Kirun mendapatkan undangan untuk mengikuti Pelatihan Potensi SAR tahun 2018 yang diadakan Kantor Pencarian dan pertolongan Basarnas Yogyakarta, Pelatihan Potensi Kali ini di Bidang HART (HIGH ANGLE RESCUE TEKNIK) atau teknik Pertolongan Di ketinggian yang dilaksanakan di Sermo Kabupaten Kulonprogo. Pelatihan Potensi SAR 2018 di Bidang HART ini di ikuti 40 peserta terdiri dari TNI, Polri dan Komunitas Relawan SAR yang ada di D.I.Yogayakarta. Sebanyak 15 Instruktur dari Instruktur Kantor Basarnas Yogyakarta akan memberikan Materi tentang Vertikal Rescue.




‌Dalam Sambutannya Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta L.Wahyu Efendi S.Sos. menyampaikan Pelatihan Potensi SAR 2018 Di bidang HART ini Adalah Program Kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Yogyakarta. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan ketrampilan dan pengetahuan kepada Potensi SAR tentang Pertolongan di ketinggian atau vertikal rescue, pengetahuan bagaimana prosedur, safety dan teknik evakuasi di ketinggian. Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta menjelaskan pelatihan Potensi SAR ini adalah salah satu tugas Badan Nasional pencarian dan pertolongan sesuai UU NO 29 TAHUN 2014 Tentang Pembinaan pembinaan Potensi SAR di seluruh Indonesia melalui UPT Basarnas Yang ada di tiap propinsi. Wahyu Efendi Membuka secara resmi Pelatihan Potensi SAR 2018 Bidang HART di Halaman Kantor Basarnas Di jalan Wates Km.11,5 Sedayu Bantul.

Adapun pelatihan-pelatihan yang dilakukan saat pelatihan sebagai berikut
Pengetahuan tentang MFR (Medical First Responder).
Adalah Penolong yang pertama kali tiba di lokasi kejadian, yang memiliki kemampuan medis dalam penanganan kasus gawat darurat, yang  terlatih untuk tingkat paling dasar.
Peralatan Dasar MFR Sarung tangan, Kacamata pelindung, Baju pelindung, Masker penolong, Masker CPR/RJP.
Perlindungan Diri, dasar pemikirannya adalah semua darah dan cairan yang keluar dari tubuh korban bersifat menular sehingga perlu untuk perlindungan terhadap tubuh penolong sebagai upaya preventif. Beberapa tindakan umum untuk menjaga diri adalah mencuci tangan, membersihkan alat. Membersihkan : hanya menghilangkan bekas atau noda saja, disinfektan : memakai bahan pembunuh kuman, sterilisasi : proses khusus untuk menjadi bebas kuman.

Memakai APD, Anatomi Manusia Secara global tubuh manusia dibagi menjadi 4 bagian utama yaitu Kepala (Cranium), Leher, Batang Tubuh (togok), Alat Gerak (Ekstrimitas).
Cara pemindahan korban Penilaian keadaan (scene assessment) yaitu bagaimana kondisi saat itu, apakah kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, bagaimana mengatasinya.
Peralatan yang digunakan dalam pemindahan korban Strecher portable, Scoop Strecher, Stair Chair, Basket Strecher, Flexible Strecher, Draw Sheet, Head Stabilizer.
Pengetahuan tentang cidera kepala, leher, dan tulang.
Pengetahuan tentang darurat lingkungan seperti darurat panas (Hypoothermia), dan daruat dingin (HypoThermia).
Pengetahuan tentang keselamatan kerja di ketinggian adalah konsentrasi didalam melaksanakan tugas, yang harus di hindari atau dilakukan untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan.
Pengetahuan tentang peralatan evakuasi di ketinggian.
Pengetahuan tentang tali dan simpul.




Pengetahuan tentang anchoring dan belaying. Anchoring adalah system penambatan yang dibuat dari tali (webbing/karmantel) untuk menahan beban. Belaying adalah tindakan mengamankan semua aktivitas di tali.
Pengetahuan tentang Ascending (Tehnik manaiki tali) dan Descending (Tehnik menuruni tali).
Pengetahuan tentang Lifting/pengangkatan korban dari jurang yaitu pertolongan/evakuasi korban dari tempat yang dalam dengan menggunakan system Holding Vertical.
Pengetahuan High Angel Lowering yaitu usaha penyelamatan korban dimana lokasi kejadian berada di ketinggian dan akses yang sulit.
Semoga dengan pelatihan ini akan menambah pengetahuan kami serta dapat bertindak cepat apabila terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.

Oleh : Wahyu Ferbian

Leave a Reply