PENGELOLAAN DAYA TARIK WISATA

Latar Belakang
Secara administratif Sistem Pergoaan Karst Kalisuci terletak di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Lokasi Sistem Pergoaan  Karst Kalisuci dapat dicapai dengan mudah dari Kota Yogyakarta karena jaraknya relatif dekat yaitu 52  km dengan kondisi jalan yang relatif baik.
Sistem Pergoaan Karst Kalisuci tersebut terletak di jalur jalan nasional yang menghubungkan Propinsi D.I. Yogyakarta –  Provinsi Jateng (Kabupaten Wonogiri dan Provinsi Jatim (Kabupaten Pacitan), dari sisi  keruangan keberadaannya sangat strategis.
Sistem Pergoaan Karst Kalisuci merupakan suatu daya tarik alam   yang sangat unik dan langka serta menantang untuk disusuri .  Keunikan Sistem Pergoaan  Karst Kalisuci yaitu terletak pada  terhubungnya beberapa goa (Goa Suci, Goa Glatikan, Goa Gelung, Goa Jomblang dan Goa Grubug) oleh aliran sungai bawah permukaan.
Aliran sungai bawah tanah yang saat ini sudah dapat disusuri adalah sepanjang 750 m  mulai dari Goa Suci sampai Goa Gelung dan oleh Kelompok Sadar Wisata Kalisuci  jalur tersebut sudah dikembangkan suatu paket wisata susur goa dengan menggunakan ban dalam  atau dikenal dengan istilah ”Cavetubing”. Kegiatan Cave tubing di Kalisuci merupakan kegiatan pertama kali yang dikembangkan di Indonesia atau ketiga didunia setelah di Selandia Baru dan Meksiko.
Tujuan dari kegiatan pengembangannya daya tarik wisata Sistem Pergoaan Karst Kalisuci adalah untuk menganekaragamkan produk wisata, di Kabupaten Gunungkidul khususnya  di Provinsi DIY pada umumnya. Misi dari pengembangan daya tarik wisata Sistem Pergoaan Karst Kalisuci adalah :

Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Meningkatkan lama tinggal wisatawan (length of stay)  di Kabupaten Gunungkidul dan Provinsi DIY,Pengembangan daya tarik wisata Sistem Pergoaan Karst Kalisuci diawali oleh Kelompok Sadar Wisata Kalisuci yang didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Kabupaten Gunungkidul serta HIKESPI (organisasi yang terkait dengan kegiatan speleologi) yang dipimpin oleh Ir. Cahyoalkantana M.Sc., Setelah Kelompok Sadar Wisata Kalisuci mendapat pelatihan singkat dari HIKESPI tentang penelusuran dan pemanduan Goa, maka pada bulan Oktober tahun 2009  atau tepatnya pada saat liburan Hari Raya Idul Fitri daya tarik wisata Kalisuci dengan kegiatan cave tubingnya mulai dikenalkan dan dipasarkan kepada para wisatawan dengan tarifp.25.000-,.
Kegiatan awal tersebut ternyata mendapatkan sambutan yang sangat  baik dari wisatawan baik, yang berasal dari Yogyakarta, Jakarta, Surabaya  bahkan beberapa wisatawan dari manca negara, hal ini dibuktikan dengan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kalisuci mulai bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2009 sebanyak 5.335 wisatawan. Daya tarik wisata Kalisuci saat ini dikelola masyarakat lokal dalam hal ini oleh Kelompok Sadar Wisata  Kalisuci yang didukung oleh ibu-ibu PKK dan HIKESPI.

Bagaimana berkontribusi dalam pelestarian sumber daya alam?
Kelompok Sadar Wisata Kalisuci bersama-sama dengan masyarakat, Pemerintah Desa, Dinas Kebudayaan danKepariwisataan serta Dinas Perkebunan dan Kehutanan pada bulan April 2010 telah melaksanakan kegiatan penghijauan di sekitar daya tarik wisata Kalisuci dengan jumlah bibit ± 750 bibit tanaman yang sesuai  dengan kondisi lahan di kawasan Kalisuci tersebut.

Bagaimana berkontribusi dalam mengembangkan kemitraan pengelolaan daya tarik?
Kelompok Sadar Wisata Kalisuci sebagai pengelola daya tarik wisata Kalisuci dalam kegiatannya secara langsung melibatkan ibu-ibu PKK dalam hal penyediakan konsumsi bagi wisatawan, selain itu Kelompok Sadar Wisata Kalisuci juga berkolaborasi  dengan kelompok pemuda lokal dalam memandu kegiatan wisata susur goa secara bergiliran termasuk melibatkan pemuda lokal dalam mengelola tempat parkit kendaraan.

Bagaimana berkontribusi dalam peningkatan kapasitas dan pendapatan masyarakat lokal?
Kelompok Sadar Wisata Kalisuci berkolaborasi dengan HISKEPI  telah melaksanakan beberapa kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat lokal khususnya para pemuda dalam hal kegiatan pemanduan wisata susur goa. Selain itu Kelompok Sadar  Wisata Kalisuci juga berkerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan KepariwisataanKabupaten Gunungkidul juga telah melaksanakan beberapa kali kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat lokal antara lain  melalui pelatihan pengelolaan daya tarik wisata  dan peningkatan pengetahuan tentang wisata karst dan goa.

Apa upaya pengelola dalam meningkatkan kesadaran wisatawan untuk menjaga lingkungan sebagai aset wisata?
Dalam upaya meningkatkan kesadaran wisatawan untuk menjaga lingkungan sebelum wisatawan menyusuri goa yang di pandu oleh pemandu lokal terlebih dahulu menginfomasikan tentang etika ketika wisatawan berada dalam goa ( jangan ambil sesuatu kecuali mengambil gambar, jangan bunuh sesuatu kecuali membunuh waktu dan jangan tinggalkan sesuatu kecuali meninggalkan jejak kaki.).

Selain hal tersebut, Kelompok Sadar Wisata pengelola Goa Kalisuci juga memasang rambu-rambu  ajakan, larangan dan himbauan untuk melestarikan lingkungan sekitar daya tarik wisata Kalisuci.